Pendulangan Intan Tradisional

Lokasi : Desa Wisata Pumpung, Kota Banjarbaru
Jarak Tempuh dari pusat kota : 15 menit
Fasilitas : Gerai batu permata dan toilet.

Mungkin masih ada yang tidak tahu bahwa permata atau intan yang biasa di jual di Martapura (pusat batu permata) berasal dari tanah intan yang ada di Kota Banjarbaru. Untuk pertambangan atau pendulangan sebenarnya terletak di Kota Banjarbaru dan Martapura sebagai pusat penggosokan dan penjualan.

Desa Pumpung sekarang telah menjadi Desa Wisata dan dan Desa KB. Uniknya desa ini benar-benar masih terasa sisi tradisionalnya dan masih dihuni penduduk asli yang bekerja sebagai pendulang intan secara turun-menurun. Hal ini berbanding terbalik dengan wilayah lain di Banjarbaru yang kebanyakan penduduknya berasal dari luar Kalimantan.

Pendulangan Intan di sini juga merupakan satu-satunya pendulangan yang masih menggunakan teknik tradisional di dunia. Tidak heran, destinasi wisata ini menjadi Top 3 Wisata Unggulan Kalimantan Selatan. Kurang rasanya apabila Anda ke Banjarbaru tidak mampir dan mengambil foto di sini.

Lokasi yang menjadi tempat mendulang bisa mencapai kedalaman 15 meter. Para pendulang bisa menghabiskan waktu seharian di sana dengan mengandalkan alat yang disebut linggangan, berbentuk kerucutĀ  seperti caping terbalik dan terbuat dari kayu. Untuk mengambil air dan mencuci hasil temuan digunakan pompa air listrik.

Pendulang biasanya bekerja dalam kelompok terdiri dari dari 10 sampai 15 orang.

Yang menarik adalah adanya tabu tertentu menurut kepercayaan masyarakat lokal dalam mendulang intan di Cempaka, yaitu tabu bagi mereka menyebutkan kata “intan” atau “berlian“. Penyebutan kata intan atau berlian dipercaya akan mendorong batu mulia pergi. Oleh karenanya, mereka menyebutnya dengan sebutan “galuh

Post Author: Admin

Tinggalkan Balasan